Jumat, 15 April 2011

karbon aktif

Karbon aktif adalah karbon yang telah diproses sehingga mempunyai daya adsorbs yang tinggi terhadap warna, bau, zat beracun, dan zat kimia lainnya. Karbon aktif yang berbentuk amorf dicirikan dengan porositas yang tinggi dan luas permukaan yang spesifik antara 300-2000m2/g. karbon aktif mengandung 5-15% abu dan sisanya adalah karbon. Selain unsur karbon yang tinggi, karbon aktif juga mangandung sejumlah unsur-unsur lainnya yang terikat secara kimia seperti nitrogen, oksigen, belerang, dan berbagai unsure lain yang berasal dari bahan mentahnya (Suarya,1990).
Secara umum, pembentukan karbon aktif meliputi dua tahap penting yaitu karbonasi dan aktivasi. Karbonasi merupakan peristiwa pirolis untuk mengibah bahan dasar menjadi karbon. Pada fase tersebut hampir semua unsure-unsur bukan karbon terlepas dalam bentuk gas, sedangkan karbon-karbon bentukan dari proses ini membentuk susunan kristal yang disebut sebagai krstal grafitik. Susunan kristral ini tidak teratur di dalmnya terdapat celah-celah bebas. Celah-celah inilah yang akan membentuk pori pada karbon, sehingga karbonasi merupakan tahap awal pembentukan pori. Pori yang dihasilkan dari proses tersebut mempunyai kapasits adsorbs yangsangat kecil. Untuk meningkatkan porositas dan luas permukaannya, maka karbon tersebut peril diaktivasi sampai terjadi produk baru yang dikenal sebagai karbon aktif (Jankowaska dkk, 1991).
Pori-Pori Karbon Aktif
Karbon aktif mempunyai permukaan yang terdiri dari dinding berpori, pori-pori permukaan ini hanya dapat dimasuki oleh molekul-molekul yang mempunyai ukuran lebih kecil.
Pori-pori karbon aktif memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi, bentuknya berupa silinder, empat persegi panjang dan bentuk-bentuk yang lain, sementara ukurannya berkisar antara 10 s/d 10.000 Angstrom, macam-macam ukuran yang terdapat ini disebut distribusi ukuran pori yang bergantung kepada jenis bahan dan metode aktivasi yang digunakan pada pembuatan karbon tersebut.Berdasarkan besar porinya, karbon aktif dapat di bagi menjadi 4 jenis , yaitu:
1. Karbon makropori : diameter porinya > 50 nm
2. Karbon mesopori ; dimeter porinya 2-50 nm
3. Karbon mikropori : diameter porinya < 2 nm